Seorang Janitor

Oleh: utomo | Kategori: Renungan | Diposting pada : 1 Mei 2013

Dalam menjalankan sebuah bisnis atau organisasi, rintangan pasti ada. Apakah kita harus menyerah? Saya pikir tidak, kita harus bertahan, seberapa besarnya rintangan itu. Karena kita mempunyai niat yang baik bukan? Menjalankan bisnis dengan niat baik, untuk melayani pelanggan.  Layani dengan hati. Dengarkan apa mau mereka. Pelanggan mempunyai hak untuk dilayani dan didengar segala keluhan . Namun demikian menurut teori pemasaran kita punya hak untuk tidak melayani pelanggan. Pelanggan yang memberikan keuntungan  bagi kita, kita layani. Profitable customer, dalam bahasa sononya. Adalah kemampuan kita untuk mampu memilah dan memilih pelanggan yang akan kita layani.

Sikap tidak menyerah adalah suatu keniscayaan bagi para pebisnis. Jatuh bangun adalah suatu hal yang wajar. Bisakah kita menanyakan pada diri sendiri, motivasi apa kita berbisnis. Kalau untuk mendapatkan uang lebih, ada banyak cara selain daripada berbisnis. Kita bisa membuka tabungan di bank, beli tanah, beli saham, beli reksadana dan berbagai macam cara yang lain. Semua keuntungan akan menjadi milik kita. Namun jika kita ingin melayani pelanggan, memberi manfaat bagi orang banyak, maka kita bisa berbisnis. Motivasi inilah yang harusnya terus mendorong kita untuk tidak menyerah akan adanya rintangan ataupun kegagalan dalam bisnis kita.

Siapakah para pelanggan kita? Pelanggan adalah orang yang membeli, menggunakan produk kita. Bisa jadi benar adanya. Namun hematnya, pelanggan adalah orang yang ikut andil secara langung atau tidak langsung dalam keberhasilan usaha atau bisnis yang kita jalankan. Seorang karyawan kita adalah pelanggan kita juga, seorang janitor di kantor kita adalah seorang pelanggan juga, (bisa kita bayangkan jika janitor tidak masuk karena sakit, misalnya, kantor akan kotor dan berantakan).Maka tugas kita sebagai seorang pemilik usaha adalah melayani mereka. Mendengarkan keluhan mereka dan memberikan respon. Bukankah mereka  , pun seorang janitor, memberikan keuntungan bagi kita?

Saya yakin jika karyawan kita layani denga baik, tidak akan ada cerita tentang pemogokan, tuntutan. Layani mereka seperti kita mau dilayani oleh mereka. Bukankah kita menginginkan kinerja terbaik dari para karyawan kita? Seorang karyawan terbaik berhak mendapatkan layanan yang terbaik. Begitu juga sebaliknya. Pelayanan yang terbaik berhak mendapatkan kinerja yang terbaik dari karyawan.

Kembali ke masalah rintangan, bukankah Allah menguji hambanya tidak melebihi batas kemampuannya. Alah Maha Tahu, tentang kemampuan kita. Jadi kenapa kita harus ragu dan gusar akan adanya rintangan. Berusaha, pantang menyerah, dan perbanyak doa, bukankah demikian?

Tidak bermaksud menggurui ,,he,,he,, (walaupun penulis juga seorang guru), penulis berusaha menyemangati diri sendiri lho.


Untuk menulis komentar, silakan login atau daftar terlebih dahulu.

Customer Services KPMI
Gabung di Bursa Muslim
bursamuslim
Terhubung di Jaringan
PengusahaMuslim.com RSS PengusahaMuslim.com Milis PengusahaMuslim.com Facebook Twitter